Senin, 30 November 2009

Semua Berawal Dari Mimpi...


Begitulah salah satu kata yang sempet Aqi denger dari seorang Bunda Muji, yah, semua berawal dari mimpi..
"Bermimpi itu nggak salah kok Qi, kan bisa menimbulkan semangat dan siapa tau jadi kenyataan.."
Kenapa, apakah Pak SBY pernah ngimpi jadi presiden?apakah Pak Habibi pernah ngimpi bisa secerdas itu? tanyaku dalam hati. dan apakah aku pernah bermimpi mendapat nilai terbaik untuk mapel fisika? hahaha ... nggak nyambung bo ' ... (eh tapi kapan-kapan nyoba ah.. hayo bunda muji.. akan kubuktikan ngendikanipun panjenengan..hehehe)
Salah satu dari sekian Bunda yang aku kagumi, karna jujur saja, aku pengen bisa menuntut ilmu setinggi beliau, lumayan lah es 2, daripada aku yang tiap break bisanya cuma dapet es teh di kantin .. hahaha..
Awalnya aku bingung, mana bisa aku sekolah setinggi itu, padahal orang tuaku tak mungkin mencukupi? dan akhirnya kembali lagi... semua berawal dari mimpi.. (hehe jangan tidur woy!!) dan aku ingin dan akan bermimpi ... :)
Dari beliau, ku dapatkan sebuah semangat, yah,
Bunda muji, dengan segala aktivitasnya (capek nggak bund?? hehe), mana ngurusin sekolah yang muridnya pada bawel (kecuali Aqi), ngurusin keluarga yang ampun dah dhek rizki ki jail tenan .., ngurusin kuliah S2, dan urusan-urusan lain (termasuk nyumbang :) )
Terimakasih Bunda udah jadi inspirasiku, dengan 2 kata
"Semua Berawal dari Mimpi"
dan
"Semangat dan Positiv Thinking Adalah Magnet Keberhasilan"

Jumat, 27 November 2009

Kasihnya Sepanjang Hayat..


Dia mengandung sembilan bulan lamanya. Penuh dengan pengorbanan jiwa dan raga untuk melahirkan kita. Tak harapkan balas budi hanya untuk membesarkan kita. Tak peduli panas dingin yang mendera hanya untuk melindungi kita. Tetesan berjuta darah mengalir dan rintihan pilu hanya untuk menyelamatkan nyawa kita. Tersenyum bahagia melihat kita menangis terisak-isak melihat dunia dan berkata, “Bayiku selamat, terima kasih Tuhan.”

Setelah kita dewasa, dia menangis pilu melihat tingkah kita. Sedih dan gundah menyaksikan perlakuan kita padanya. Walaupun hati sakit, tapi dia tetap tegar dan selalu mengulurkan tangannya yang hangat untuk kita. Setiap malam dia terbangun, meneteskan air mata kesedihan dan memohon pada Tuhan, “ Ya Allah, ampunilah dosa anakku, lindungilah dia setiap pijakan di bumi ini, jauhkanlah dia dari setiap perbuatan yang Engkau murkai. Amin…” Rutinitas yang dia lakukan tanpa lelah.

Setiap pagi dia selalu menyiapkan kebutuhan kita. Bangun terlampau pagi ketika orang-orang terlelap. Bekerja penuh keikhlasan hanya untuk membuat kita bahagia. Ketika dia meminta bantuan pada kita, karena usianya tlah renta dan keriput halus diwajah mulai tampak, apakah jawaban kita, “Ah..nanti dulu, lagi asyik nih nonton TV, ah..males ah.., lagi sibuk nih!” Tapi dia tak keberatan dan dengan sangat hati-hati dia kerjakan semuanya.

Suatu hari, dia terbaring lemah tak berdaya, mulutnya serasa memanjatkan doa, air matanya membasahi pelupuk mata, dan memandang samar-samar sekeliling. Saat itu dia merasa kesepian, merasa diacuhkan, merasa dicampakan. Buah hatinya menghilang dari gengamannya. Hanya satu keinginannya, ketika usianya menapak jauh, tua renta terkulai lemas, hanya ingin satu saja.. buah hatinya menemaninya, menepis sepi yang menyelimuti. Hingga hari itu datang, dia tak kuasa menahan rasa sakit dalam tubuhnya, seberkas cahaya merenggut jiwa dan raga ini melepaskan dengan ikhlas, serta mata terkatup untuk selama-lamanya.

“ Bunda… “,jerit kita menyaksikan pemandangan yang sangat memilukan dan menyayat hati. Terlambat! Dia sudah jauh meninggalkan dunia, terbang menjauhi cakrawala, hilang dari pandangan. Hanya isak tangis yang terdengar. Penyesalan tiada guna.

Manakah kasih sayang kita padanya? Manakah rasa terima kasih kita padanya? Walaupun dia tak meminta itu semua dari kita, walaupun harta kita di dunia tak dapat menggantikannya, sempatkanlah waktumu untuk menemaninya. Dengan meluangkan waktu kita bersama bunda kita tercinta, dia sudah sangat bahagia. Dia sangat bahagia melihat kita tumbuh besar, berbakti pada orang tua, dan menjadi anak yang sholeh.

Teman-temanku, bunda kita, ibu kita, mama kita, emak kita hanya satu di dunia ini, janganlah kalian sia-siakan dia, jangan sampai kita terlambat untuk mengakui hanya dia dihati kita setelah Tuhan, jika hal itu terjadi hanya tangisan penyesalan yang menyelimuti. Sekarang, berlarilah dalam pelukan bunda, dan ucapkan, “Aku sayang bunda, terima kasih atas semua kasih sayang dan pengorbanan bunda selama ini.” Minta maaflah atas semua kesalahanmu selama ini, entah itu kita bandel, keras kepala jika bunda kita menasehati, menganggap remeh bunda, dan semua macam kesalahan kita.

(Aku menangis ketika menulis semua kata-kata yang tertuang dalam tulisan ini. Karena aku sangat rindu, mamaku yang jauh di sana. Rindu akan kasih sayangnya, rindu akan nasehatnya, rindu akan belaiannya…)

artikel asli dapat dilihat di blog (http://pelangiituaku.wordpress.com/2009/05/12/kasih-sayang-bunda-sepanjang-hayat/)

Siang itu ...


Siang itu, aku berada dalam bis ekonomi jurusan Bekasi - Bogor yang sesak oleh penumpang. Bau keringat menusuk hidung, bercampur cuaca panas dan kepulan asap rokok disana-sini. Meski aku berdiri dekat ventilasi udara, tetap saja tak bisa mengurangi rasa gerah. Panas sekali.

Namun di ujung sana, di atas kap mesin bis yang kutumpangi, seorang ibu menarik perhatianku. Sepertinya ia tidak memedulikan panas ruangan di sekitarnya. Dengan tenang digendongnya sang anak yang masih balita. Sambil menyusui anaknya lewat botol susu, sesekali ia mengajak sang anak bergurau dan bercanda. Walaupun mungkin anak seusianya belum mampu merespon senda-gurau itu.

Melihat pemandangan itu, sejenak pikiran ini menerawang jauh, Subhanallah, begitu dahsyatnya kasih sayang orang tua kepada anaknya. Terutama kasih sayang seorang ibu.

***
Setiap kita tak akan bisa menghitung, berapa banyak kesusahan yang telah kita timpakan kepada orang tua- dari mulai kita berada dalam kandungan sampai saat ini. Sembilan bulan kita berada dalam rahim ibu, dibawa-dirawatnya janin kita yang tak berdaya itu dimanapun ia berada. Tak ada kata istirahat buat Ibu. Saat tidurnyapun kita ini masih begitu menyusahkan. Jangankan tengkurap, tidur telentang saja dirasakan ibu begitu berat.

Ketika detik-detik kelahiran kian dekat, perjuangan Ibupun semakin berat- dihadapkan pada dua pilihan antara hidup atau mati. Bersimbah peluh, berlumur darah untuk melahirkan anak kesayangan yang telah lama dinanti-nantikan.

Setelah kita lahir, kesusahan yang kita timpakan kepada duanya semakin bertambah pula. Kita minum air susunya kapanpun kita mau. Ditengah kerewelan kita, segala macam kebutuhan dan keinginan kita dengan sabar dilayaninya. Waktu istirahat Ibupun sering kita "rampas." Siang hari kita enak tidur, namun malam hari, saat Ibu atau Bapak membutuhkan istirahat, tangisan kita malah santer membuat mereka terjaga dan sulit terlelap kembali.

Lalu apakah kesusahan yang kita timpakan kepada ibu selesai sampai di situ ? Tentu tidak. Justru semakin bertambah usia kita semakin bertambah pula kesulitan yang ditanggungkan Ibu. Saat sekolah, misalnya, tak jarang kita yang menjalani ujian, namun justru ibu kita yang lebih banyak berdoa dan lebih khawatir. Takut tidak bisa-lah, takut tidak lulus-lah, dan kecemasan lain, yang kita sendiri kurang peduli.

Setelah kita bekerja atau berkeluarga, berkurangkah kasih sayang mereka ? Tidak sama sekali. Biarpun diri kita telah dianggap mandiri, tetap saja Ibu mengkhawatirkan keadaan kita. Seperti saat kita sakit misalnya.

***
Setelah kita berkeluarga, kasih sayang Ibu tetap tak berujung. Walaupun secara kasat tampaknya lebih banyak dicurahkan kepada sang cucu, Toh, tetap saja itu termasuk salah satu wujud kasih sayangnya kepada kita.

Maka, jika keduanya masih ada, bersikap santunlah kepada ibu dan bapak. Berbuatlah yang terbaik bagi mereka. Simak Firman Allah SWT dalam Al Qur'an surat Al 'Isra, ayat 23 : "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia. Dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan perkataan "ah", dan janganlah kamu membentak mereka. Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia."

Andaikan orang tua kita telah dipanggil Allah SWT, doakanlah mereka. Karena beliau begitu merindukan doa-doa kita. Semoga saja kita tergolong sebagi anak-anak yang shaleh. Aamiin.


Bogor, Desember 2002

Bundaaaaaaa.... :(


Mumpung Ibu Masih ada, coba saat BELIAU tidur saat matanya terpejam kamu tatap wajahnya itu 5 menit saja, kamu akan tau bagaimana rasanya nanti bila wajah itu sudah tak ada di situ...

Lakukan apapun yang bisa kamu lakukan untuknya> > > > > > > > LAKUKAN SEKARANG teman2ku sayang, bukan besok atau 5 menit lg karena mungkin sekedip matamu dia akan pergi tak kembali...

Ini adalah mengenai nilai kasih Ibu dari seorang anak yang mendapatkan
ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur. Kemudian dia mengulurkan sekeping kertas yang bertuliskan sesuatu, si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang diulurkan oleh si anak dan membacanya.

Ongkos upah membantu ibu:
1) Membantu pergi ke warung: Rp20.000
2) Menjaga adik: Rp20.000
3) Membuang sampah: Rp5.000
4) Membereskan tempat tidur: Rp10.000
5) Menyiram bunga: Rp15.000
6) Menyapu halaman: Rp15.000
Jumlah: Rp85.000

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar. Si ibu mengambil pena dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama:
1) Ongkos mengandungmu selama 9 bulan: GRATIS
2) OngKos berjaga malam karena menjagamu: GRATIS
3) OngKos air mata yang menetes karenamu: GRATIS
4) Ongkos khawatir krn memikirkan keadaanmu: GRATIS
5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu: GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku: GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, "Saya Sayang Ibu". Kemudian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu di depan surat yang ditulisnya:
"Telah Dibayar"

Jika kamu menyayangi ibumu,"FORWARD" lah Email ini kepada sahabat-sahabatmu.

1 orang :Kamu tidak sayang ibumu
2-4 orang :Kamu sayang ibumu
5-9 orang :Bagus! Ternyata Kamu Sayang juga Kepada Ibumu
10/lebih : Waahhhh....Kamu akan disayangi Ibumu dan juga semua orang...

KAMU SAYANG IBUMU????
Mother is the best super hero in the world.

Waw....


Cucianmu sudah ibu cuci, Ni! Kata ibuku ketika aku baru saja sampai di rumah. Aku segera beranjak memasuki kamarku dan melihat tempat cucian kotorku sudah kosong. Ah ibu, aku berusaha pulang cepat hari ini agar aku bisa mencuci baju-baju kotorku. Ibu tahu, kamu pasti lelah. Aku hanya bisa tersenyum memandangi wajah renta ibuku.Diusianya yang lewat setengah abad, ibuku termasuk wanita yang sehat. Beliau masih mampu mencuci baju semua anggota keluarga. Bukan berarti kami malas mengerjakannya tapi karena ibuku punya kebiasaan unik yaitu tidak bisa melihat barang-barang kotor. Tangannya langsung bergerak membereskan apa saja yang tidak sedap dipandang. Apa ibu nggak cape jika tiap hari selalu beres-beres, aku menggaji orang saja ya biar ibu bisa istirahat kataku suatu hari. Ibu memandangku, Kamu nggak suka ya kalau bajumu ibu cucikan. Aku sayang sama ibu, aku nggak tega melihat ibu bekerja keras tiap hari�, aku berusaha membujuknya untuk menerima saranku. �Ibu senang kalau diusia ibu sekarang, ibu masih mampu mengurusmu, mencucikan pakaianmu dan adikmu atau menyiapkan sarapanmu tiap pagi�. Yah..aku tak pernah lupa, jika hari libur kantorku hari sabtu dan minggu, ibu selalu menyiapkan nasi goreng daun mengkudu dan telor ceplok kesukaanku. Aku ingat sebuah pepatah �Seorang ibu bisa mengurus sepuluh orang anak, tapi sepuluh orang anak belum tentu mampu mengurus seorang ibu� . Aku termenung sendirian dikamarku, diusiaku yang beranjak dewasa, aku merasa belum pernah sekalipun membahagiakannya. Pernah suatu kali, aku membelikan pakaian untuknya, tapi ibuku malah balik bertanya �Kamu sendiri beli nggak? Kalau kamu nggak beli, baju ini untuk kamu saja. Baju ibu masih banyak kok�, ibuku tak mau menerima. Esoknya aku beli baju lagi agar ibu mau menerima pemberianku. �Ibu sudah bahagia melihat anak-anak ibu berhasil� kata beliau suatu kali ketika aku menanyakan apa yang bisa aku perbuat untuk membuatnya bahagia. �Melihat kamu dan kakak-kakakmu bisa mencari uang sendiri dan kamu bisa rukun dengan saudara-saudaramu, itulah kebahagian ibu� Aku teringat kakak-kakaku, alhamdulillah mereka semua sudah mempunyai penghasilan sendiri, hanya adikku yang masih kuliah. Kasih anak sepanjang jalan, kasih ibu sepanjang hayat . Apapun yang sudah kita buat belum apa-apa dibandingkan dengan kasih sayang ibu yang telah diberikan pada kita.Ya Alloh , curahkan kasih sayang-Mu pada kedua orang tuaku, teramat khusus untuk ibu. Allahummaghfirlanaa wali-waalidainaa warhamhumaa kamaa rabbayanii shaghiiraa. Amiin Untuk Ibunda tercinta, I always love you.

Begitu Indah ALLAH menggambarkanya..,


Ba'da tahmid dan shalawat....,


Bismillahirahmanirahim..,


''Maukah kuberitahukan kepada kalian tentang istri-istri kalian yg akan menjadi ahli surga?
'' Rasul menerangkan: ''Mereka itu adalah al-waduud, al-waluud, & al-'a'uud, yakni wanita-wanita yg sangat penyayang, sangat memperhatikan anak-anaknya & cepat sadar akan kesalahanya. Ketika dizhalimi mereka mengatakan ini tanganku (kuletakan) diatas tanganmu, selama kamu tdk ridha, aku tidak akan bisa memejamkan mata.'' (HR.Daruquthuni)

Subhanallah.., tidakkah bergetar hatimu para calon ibu..,

proudly present for u ummi..,

Mencipta rumahnya, seindah surga

Menjaga akhlaqnya sebening mata

Qana'ah selendangnya, dalam rumah tangga
Sejuk kalbunya, tunduk pandangnya -SP Labuhan hati. . . ,

''. . . Dan hendaklah kalian berbuat baik kepada ayah bunda kalian dengan sebaik-baiknya. Jika salah satu diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaan kalian, Maka janganlah sekali-kali kalian katakan padanya uff dan janganlah kalian bentak mereka. Ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Rendahkanlah 'sayap ketundukan' kalian penuh kasih sayang kepada mereka berdua. Dan ucapkanlah: Rabbi, kasihinilah mereka berdua . . . , sebagaimana mereka telah mendidiku di waktu kecil'' (.:Al-isra'23-24:.)

Sungguh indah Allah menggambarkan di dalam al-Quran,.

wrote by.- Ukhty.berry

My 3th Blog

Ini Blog Kupersembahkan Buat Bundaku, Bunda Muji, Bundanya Aul, Bundanya Apsari, Teh Asa, dan segenap Bunda di dunia ini ... luph you Mom ....